Peringkat ke-13 dari 66 Kota
se-Indonesia
BANJARMASIN – Badan Pusat Statistik (BPS)
Kalsel merilis data terbaru mengenai inflasi di Kota Banjarmasin pada bulan Desember 2011. Berdasarkan data BPS Kalsel, Kota
Banjarmasin mengalami inflasi sebesar 1,07 persen.
Angka inflasi tersebut membuat Banjarmasin
menempati peringkat ke-13 dari 66 kota se-Indonesia. ”Tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi
tertinggi terjadi di Kota Kupang sebesar 2,19 persen dan inflasi terendah terjadi di KotaTanjung
Pinang sebesar 0,02 persen.
Kebetulan Kota Banjarmasin menempati peringkat ke-13 untuk angka inflasi ini,
yakni mencapai 1,07 persen. Bisa dibilang inflasi di Kota Banjarmasin termasuk
yang tertinggi di Indonesia,” ungkap Kepala BPS Kalsel Iskandar Zulkarnain
dalam jumpa pers kemarin (2/1).
Menurut Iskandar, kecenderungan
masih tingginya angka inflasi di Kota Banjarmasin dikarenakan adanya kenaikan harga. ”Kenaikan harga yang
paling menonjol pada bahan makanan sebesar 3,02 persen, makanan
jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,68 persen. Kelompok perumahan, air, listrik,
gas, dan bahan bakar sebesar 0,59 persen. Selain itu, untuk kelompok
kesehatan mengalami kenaikan harga sebesar 0,09
persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa
keuangan meningkat sebesar 0,14 persen. Sementara
itu, deflasi
terjadi pada kelompok sandang, pendidikan, rekreasi, dan olah
raga yang
berkisar antara 0,08 persen hingga 0,09 persen,” urainya.
Iskandar
mengabarkan, berdasarkan komponennya, di bulan Desember
barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered
goods inflation, red) secara umum
mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. “Harga yang bergejolak
(volatile goods inflation, red) secara
umum mengalami inflasi sebesar 3,07
persen dan komponen
inti (core inflation,
red) secara umum mengalami inflasi
sebesar 0,48
persen,” tambahnya.
Laju inflasi tahun kalender (Januari hingga Desember) 2011 tercatat sebesar 3,98 persen. “Dari sejumlah kelompok
pengeluaran, sepanjang tahun 2011 kelompok sandang mengalami
inflasi tertinggi sebesar 9,57 persen, sedangkan kelompok bahan makanan mengalami
inflasi terendah sebesar 1,39
persen,” jelasnya. (oza)