![]() |
| JANGAN DIGUSUR - Keberadaan PKL (Pedagang Kaki Lima) di Kalsel akan dibina oleh Diskop Kalsel.(ozanimages) |
“Jadi, para PKL yang terdata di koperasi yang ditunjuk akan diberikan lahan untuk berjualan secara permanen. Untuk lahannya akan disediakan Kabupaten/Kota. Sementara untuk pembangunan fisiknya akan di danai oleh pemerintah pusat,’’ papar Kepala Diskop Kalsel Bambang Supriadi kepada Radar Banjarmasin, belum lama tadi.
Dijelaskan Bambang, di tahun 2013 ini ada tiga wilayah yang ditargetkan Diskop Kalsel untuk menerima bantuan pemberdayaan PKL tersebut. Yakni, Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, serta Kabupaten Tanah Bumbu.
“Tahun sebelumnya program ini sudah berjalan di daerah Kandangan dan Negara. Sedangkan, di tahun 2013 ini target kami ada tiga Kabupaten lagi yang menerima, jadi totalnya sudah ada sekitar empat Kabupaten/Kota mendapatkan program ini sampai akhir tahun 2013,” sambungnya.
Bambang menjelaskan program pemberdayaan PKL ini dalam satu wilayah akan menampung setidaknya 50 PKL. Selain keuntungan mendapatkan tempat berjualan secara permanen, nantinya para PKL ini juga akan dibimbing dan dibina agar usahanya dapat berkembang.
“Kami akan membina melalui program pelatihan usaha kepada para PKL. Selain itu, akses permodalan pun akan kami coba usahakan bila mana prospek usaha PKL yang bersangkutan memang sangat potensial,’’ tuturnya.
Dengan adanya program pemberdayaan tersebut, Bambang berharap kesejahteraan PKL di Kalsel dapat lebih ditingkatkan. Sehingga, PKL juga dapat berperan dalam menjadi penopang roda perekonomian mikro di Kalsel ke depan.
‘’PKL ini bagian dari UMKM, jadi bukan harus terus digusur. Malah harusnya diakomodir dan di bina, agar mereka dapat mengembangkan usaha ke tingkatan yang lebih baik,” pungkasnya.(oza)
.JPG)