BANJARMASIN – Pangsa pasar keramik lokal nampaknya mulai terancam. Pasalnya, kini penjualan keramik lokal mulai disaingi oleh produk keramik impor. Menurut penuturan sejumlah pedangan keramik di kawasan Pasar Sudimampir Raya Banjarmasin, keramik-keramik impor dari Cina-lah yang kini mulai ramai dijual.
“Keramik dari Cina lebih artistik dan tersedia berbagai macam gambar desain. Mulai dari desain gambar naga, bunga, dan juga desain gambar binatang. Selain itu, keramik impor dari Cina ini juga terdiri dari berbagai ukuran, mulai yang kecil sampai yang berukuran sebesar dua kali orang dewasa,” ujar Titin salah satu pedagang keramik dan pecah belah di Pasar Sudimampir Raya Banjarmasin, belum lama tadi.
Titin menjelaskan dari segi harga, keramik impor dari Cina ini juga lebih variatif. “Harganya terbilang murah. Yakni, mulai Rp 500 ribu hingga Rp 3 jutaan. Sedangkan keramik lokal harganya tak jauh berbeda, hanya saja tampilannya tak sebagus keramik Cina,” katanya.
Penjualan keramik impor asal Cina ini juga cukup menggembirakan. Titin menuturkan dalam sehari, keramik Cina tersebut bisa terjual hingga lima buah. “Masyarakat suka keramik yang berukuran sedang dan bermotif khas Cina seperti naga dan bunga teratai. Bahkan, ada beberapa konsumen yang membeli sampai dua buah,” sambungnya.
Selain di pasar, keramik dari Negeri Tirai Bambu ini juga dijual di sebuah galeri aksesoris rumah tangga di bilangan Jalan S Parman Banjarmasin. “Keramik ini kami beli dari salah satu distributor keramik di Surabaya. Belakangan ini keramik impor dari Cina memang diminati dan penjualannya juga bagus. Makanya, kami coba jual di Banjarmasin,” ujar Ujang salah satu karyawan galeri tersebut.(oza)
“Keramik dari Cina lebih artistik dan tersedia berbagai macam gambar desain. Mulai dari desain gambar naga, bunga, dan juga desain gambar binatang. Selain itu, keramik impor dari Cina ini juga terdiri dari berbagai ukuran, mulai yang kecil sampai yang berukuran sebesar dua kali orang dewasa,” ujar Titin salah satu pedagang keramik dan pecah belah di Pasar Sudimampir Raya Banjarmasin, belum lama tadi.
Titin menjelaskan dari segi harga, keramik impor dari Cina ini juga lebih variatif. “Harganya terbilang murah. Yakni, mulai Rp 500 ribu hingga Rp 3 jutaan. Sedangkan keramik lokal harganya tak jauh berbeda, hanya saja tampilannya tak sebagus keramik Cina,” katanya.
Penjualan keramik impor asal Cina ini juga cukup menggembirakan. Titin menuturkan dalam sehari, keramik Cina tersebut bisa terjual hingga lima buah. “Masyarakat suka keramik yang berukuran sedang dan bermotif khas Cina seperti naga dan bunga teratai. Bahkan, ada beberapa konsumen yang membeli sampai dua buah,” sambungnya.
Selain di pasar, keramik dari Negeri Tirai Bambu ini juga dijual di sebuah galeri aksesoris rumah tangga di bilangan Jalan S Parman Banjarmasin. “Keramik ini kami beli dari salah satu distributor keramik di Surabaya. Belakangan ini keramik impor dari Cina memang diminati dan penjualannya juga bagus. Makanya, kami coba jual di Banjarmasin,” ujar Ujang salah satu karyawan galeri tersebut.(oza)