Kredit Macet BPR Di Atas 5 Persen



BANJARMASIN – Unit-unit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang beroperasi di Kalsel nampaknya masih harus bekerja lebih keras untuk menekan angka kredit macet. Pasalnya, tingkat kredit macet BPR tergoloong tinggi jika dibandingkan dengan bank-bank umum dan bank syariah. Hingga April 2013, angka kredit macet di BPR mencapai di atas 5 persen.
            “Harus diakui, angka kredit macet BPR di Kalsel masih cukup tinggi, yakni di kisaran 6,40 persen. Ini dikarenakan tujuan dana kredit BPR masih menyasar di kalangan masyarakat kelas menengah dan bawah. Sehingga, tingkat pengembalian kredit mengalami kendala,” ujar Abdul Madjid, Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (DPD Perbarindo) Kalsel kepada Radar Banjarmasin.
            Abdul menjelaskan sebenarnya target BPR tahun ini adalah menekan angka kredit macet hingga 4,01 persen. Namun, tingginya angka inflasi dan juga pengaruh krisis ekonomi Eropa dan Amerika membuat pencapaian target tersebut tidak berjalan mulus. “Apalagi, nilai ekspor Kalsel sedang tidak menggembirakan ditambah dengan harga batubara yang anjlok, menyebabkan pengaruh yang cukup besar bagi ekonomi Kalsel,” tuturnya.
            Di sisi lain, adanya persaingan dari bank-bank umum, juga membuat langkah BPR untuk menekan angka kredit macet menjadi terkendala. “Terus terang, BPR sampai saat ini masih belum menyaingi bank umum dalam menjual produk kredit. Kendatipun demikian, BPR juga harus dituntut lebih kreatif supaya bisa bersaing dengan bank-bank umum,” tambahnya.
            Hingga saat ini, ada 24 BPR yang beroperasi di Kalsel. Yakni, 20 BPR berstatus Perusahaan Daerah (PD), empat BPR Konvensional, dan satu BPR Syariah. “Walaupun BPR mengalami masa sulit sekarang ini, di tahun 2013 mendatang dipekirakan pertumbuhan BPR akan tetap mengalami peningkatan,” tandasnya.(oza)