Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

BANJARMASIN – Anjloknya bangunan perpustakaan milik SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin pada Kamis (2/6) memang mengejutkan banyak pihak. Namun, beruntung pada saat itu bertepatan dengan tanggal merah alias hari libur memperungati kenaikan Isa Al Masih. Jika saja pada saat itu ada siswa atau orang yang berada dalam ruangan tersebut, kemungkinan cedera atau celaka bisa saja terjadi.
Sekolah Dasar yang terletak di Jalan Sadewa II, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan tersebut ambruk di siang bolong dan menimbulkan suara gaduh. “Saya kira sedang gempa. Langsung saya keluar rumah. Begitu saya lihat, ternyata bangunan perpustakaan tersebut anjlok,” ungkap Abdurrahman, warga sekitar.
Dijelaskan Abdurrahman, bangunan tersebut terbilang baru. “Bisa dilihat dari catnya kan, warnanya masih terang,” sambungnya.
Namun, akibat kejadian tersebut, kondisi bangunan perpustakaan menjadi rusak parah. Bagian dinding belakangnya hancur, tiangnya patah, lantainya terbelah dan retak. Perkiraan saya, mungkin karena memang tanahnya yang tidak kuat menahan beban bangunan. Atau bisa juga karena ada salah satu penumpu atau pondasinya patah,” prediksinya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin, Jainah menyatakan bersyukur  karena pada saat kejadian tidak ada kegiatan belajar mengajar. “Walaupun bangunannya hancur, tapi saya tetap bersyukur pada saat itu libur dan tidak ada siswa yang menjadi korban,” ungkapnya.
Bagi Jainah, keselamatan anak-anak didiknya dinilai lebih penting dibandingkan kondisi bangunan yang rusak parah tersebut. “Kalau bangunan bisa diperbaiki, tapi kalau siswa sampai jadi korban saya jadi khawatir,” lanjutnya.
Di sisi lain, Jainah tetap mengerjakan instruksi dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik, red) Kota Banjarmasin untuk membuat laporan mengenai kejadian tersebut. “Laporan sudah mulai kami susun. Dalam waktu dekat ini akan kami sampaikan ke Kepala Disdik,” pungkasnya.(oza)