Kalau Ditutup, Bisa Merugi


BANJARMASIN – Para pengelola THM (Tempat Hiburan Malam, red) menyatakan  bisa menderita kerugian besar secara finansial, apabila nanti diputuskan ditutup selama pelaksanaan STQ (Seleksi Tilawatil Qur’an, red) XXI Nasional 2011. Dijadwalkan STQ tersebut akan dilaksanakan pada 4-11 Juni ini di Kota Banjarmasin. Hal ini cukup beralasan, pasalnya STQ dilaksanakan secara delapan hari berturut-turut. Apabila selama delapan hari tersebut THM tak beroperasi, maka akan berpotensi merugi.
Menurut salah satu pengelola THM di Kota Banjarmasin, Aristo R Wanney, potensi kerugian secara finansial tersebut sudah bisa dipastikan apabila Pemko Banjarmasin atau Pemprov Kalsel memutuskan untuk menutup THM selama pelaksanaan STQ. “Bayangkan, kami kan sewa home band itu hitungannya selama satu bulan penuh dan sudah melakukan pembayaran di depan. Kalau sampai kosong selama sepuluh hari, otomatis kami merugi. Dengan kata lain, kalau THM ditutup, home band yang seharusnya tampil sebulan penuh, menjadi absen selama 10 hari. Itu belum termasuk kerugian di sektor lain, semisal cafe dan kamar hotel,” ucapnya kala dikonfirmasi Radar Banjarmasin, kemarin (30/5).
Kendatipun demikian, Aristo membeberkan hasil pertemuan para pengelola THM di Banjarmasin dengan Pemko Banjarmasin yang dilaksanakan pertengahan Mei lalu. “Pada saat itu memang tidak ada keputusan untuk menutup THM. Karena, masih menunggu keputusan dari Walikota Banjarmasin dan Gubernur,” sambungnya.
Aristo menceritakan pada pertemuan tersebut akhirnya direncanakan untuk mengurangi jam operasional THM selama pelaksanaan STQ. “Jadi kesepakatan pada saat pertemuan itu adalah memperketat jam operasional THM. Yakni, yang awalnya THM buka pukul 21.00 Wita hingga 02.00 Wita, nanti menjadi pukul 21.00 Wita hingga 01.00 Wita saja. Malam Jum’at, sesuai dengan Perda yang berlaku, THM tetap tutup,” bebernya.
Di sisi lain, Aristo dan juga sejumlah pengelola THM lainnya menyatakan tetap tunduk kepada keputusan Pemprov Kalsel maupun Pemko Banjarmasin. “Kalaupun nanti diputuskan THM bakal ditutup, ya kami manut (menurut, red) saja. Namun, kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi yang tepat. Sehingga, pelaksanaan THM tetap kondusif, namun THM juga tidak dirugikan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan, Pariwisata Kota Banjarmasin, Noorhasan menyatakan hanya menjembatani pihak pengelola THM dengan Pemko Banjarmasin selaku pemegang keputusan. “Hasil pertemuan dengan para pengelola THM tersebut sudah kami sampaikan kepada Walikota Banjarmasin. Namun, sampai sekarang Walikota Banjarmasin belum memberikan keputusan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini Walikota Banjarmasin bakal memberikan keputusan yang bijak,” ungkap Noorhasan yang pada saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin sedang berada di Aceh dalam rangka tugas dinas.(oza)