BANJARMASIN – Alat pembersih sungai generasi terbaru yang dibuat oleh Dinas Sungai dan Drainase Kota Banjarmasin ternyata batal di launching. Sejatinya, alat yang dinamai sapu-sapu tersebut seharusnya di launching dan mulai dioperasikan pada tiga hari yang lalu. Namun, karena berbagai kendala teknis, akhirnya alat tersebut urung di-launching.
Menurut Kepala Dinas Sungai dan Drainase Kota Banjarmasin, Muryanta, ketika hendak melakukan ujicoba ternyata ada beberapa kerusakan teknis yang jadi kendalanya. “Ada kerusakan hidrolik dan clam shell. Sehingga, sapu-sapu tidak bisa berfungsi secara maksimal. Alhasil, kerusakan tersebut harus diperbaiki dan membuat acara launching-nya tertunda,” ungkap Muryanta kepada Radar Banjarmasin, kemarin (6/6).
Muryanta menjelaskan disamping kerusakan teknis, masih ada kendala lainnya yang membuat alat sapu-sapu urung dioperasikan. “Kendala lainnya adalah kami masih kesulitan mencari lahan yang tepat untuk pembuangan sampah sungai. Soalnya, sapu-sapu ini bisa mengangkut sampah sungai hampir satu ton. Sehingga, memerlukan lahan yang cukup luas untuk pembuangannya,” ucap pria yang hobi memancing di laut tersebut.
Muryanta menambahkan alat sapu-sapu tersebut akan dioperasikan secara perdana di sepanjang sungai Martapura. “Bisa dilihat kan sungai tersebut sampahnya sangat banyak. Kalau alatnya jadi dioperasikan, maka kami juga kebingungan ke mana akan membuang sampahnya,” tuturnya.
Oleh karena itu, sembari alat sapu-sapu tersebut diperbaiki, Muryanta akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menentukan lahan pembuangan sampah sungai tersebut. “Idealnya memang harus ada lahan yang luas. Namun, bisa juga dengan alternatif membangun sebuah dermaga. Nantinya di dermaga tersebut akan disiagakan truk pengangkut sampah. Sehingga, bisa langsung membuang sampahnya ke TPA,” pungkasnya.(oza)