![]() | ||
| DERMAWAN - Muhidin menyumbang korban merapi di Yogyakarta.(ozanimages) |
Dalam kesempatan itu, Muhidin menyerahkan bantuan sebesar Rp 532 Juta. “Sebagai warga Kota Banjarmasin, kami ingin berbagi rasa dengan korban letusan Gunung Merapi. Soalnya, walaupun sudah cukup lama, sampai sekarang masih banyak pengungsi yang hidupnya memprihatinkan dan sangat memerlukan bantuan,” ungkap Muhidin kepada Radar Banjarmasin, kemarin (25/5).
Muhidin menjelaskan bantuan ini merupakan tahap yang kedua. Bantuan tahap pertama sudah diserahkan melalui tim Balakar Kota Banjarmasin, beberapa hari setelah kejadian letusan Gunung Merapi. “Pada saat itu bentuk bantuannya berupa sumbangan sebanyak Rp 50 juta. Namun, karena masih belum mencukupi, maka saya tambahkan bantuan secara pribadi sebesar Rp 25 juta. Selain itu, kami juga menyediakan dua unit mobil ambulan untuk keperluan evakuasi, serta membangun sebuah dapur umum,” urai pria yang juga ketua DPW PAN Kalsel tersebut.
Muhidin menuturkan dalam bantuan tahap kedua kali itu, diserahkan sumbangan sebesar Rp 532 Juta. Sumbangan tersebut diserahkan kepada 225 Kepala Keluarga (KK, red) di sejumlah desa di kawasan Gunung Merapi. Bantuan sebesar Rp 532 juta tersebut merupakan sumbangan dari PNS Pemko Banjarmasin dan Muhidin secara pribadi. Yakni, dari sumbangan PNS Pemko Banjarmasin sebesar Rp 255 juta. Sedangkan sisanya sebesar Rp 255 juta merupakan sumbangan pribadi dari kocek Muhidin. “Kami juga menyumbangkan sejumlah perangkat untuk mushola dan masjid. Seperti pengeras suara dan karpet. Semua bantuan tersebut tidak ada sedikitpun menggunakan dana APBD,” ucapnya.
Muhidin berharap bantuan yang diserahkan kepada para korban letusan Gunung Merapi tersebut bisa memberikan manfaat. “Mudah-mudahan bisa meringankan beban para korban Gunung Merapi. Sehingga, memberikan kenyamanan dan motivasi kepada mereka untuk membangun kembali desanya,” katanya.
Di sisi lain, Bupati Sleman, Sri Purnomo menuturkan sukacitanya terkait bantuan bagi warganya yang menjadi korban letusan Gunung Merapi. “Kami membuka lebar semua pihak yang memberikan bantuan dan tak lupa berterimakasih. Termasuk kepada Pak Muhidin dan jajarannya kami juga mengucapkan banyak terimakasih,”
Sementara itu, Suwarno, warga Desa Sambikrep, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman menyatakan terimakasihnya atas bantuan yang diberikan tersebut. “Tidak bisa dipungkiri, pemulihan pasca letusan Gunung Merapi memerlukan biaya besar. Soalnya, rumah kami hancur semuanya. Alhamdulillah, beban kami berkurang berkat bantuan dari Pak Muhidin dan PNS Pemko Banjarmasin. Terkait bantuan untuk renovasi masjid, maka kami berencana memberi nama masjid tersebut dengan nama masjid Al-Banjary,” pungkasnya.(oza)
