Negosiasi Masih Alot


BANJARMASIN – Sampai sekarang Pemko Banjarmasin masih menjalin negosiasi terkait pembongkaran jembatan toko yang terletak di kawasan Pasar Sudimampir Raya Banjarmasin. Bahkan, kini negosiasi malah berjalan alot. Pasalnya, sang pemilik jembatan toko menyatakan meminta lima titik reklame bando sebagai kompensasi pembongkaran. Sedangkan Pemko Banjarmasin hanya bersedia menyediakan 5 titik dari 19 titik reklame non bando sebagai kompensasinya.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin, Fajar Desira. “Pemko Banjarmasin menawarkan pihak pemilik memilih 5 titik dari 19 titik reklame. Namun, pihak pemilik malah meminta lima titik reklame bando yang terletak di jalan utama,” tutur Fajar kepada Radar Banjarmasin, kemarin (7/6).
Fajar menjelaskan lima titik reklame yang ditawarkan tersebut sebenarnya sudah cukup sebanding dengan kompensasi pembongkaran jembatan toko. Lebih lanjut, Fajar menuturkan Pemko Banjarmasin belum mengeluarkan kebijakan perihal penambahan titik baliho bando seperti yang diminta oleh pihak pemilik jembatan toko. “Jadi, kalau meminta lima titik baliho bando sebagai kompensasinya, saya kira itu akan makin sulit. Soalnya, yang sekarang saja baliho bando sudah mulai dibatasi oleh Pemko Banjarmasin,” terangnya.
Kendatipun demikian, Fajar menjelaskan negosiasi tetap berjalan dan pembongkaran jembatan toko cepat atau lambat akan tetap dilaksanakan. “Harus diakui negosiasinya berjalan alot. Soalnya, si pemilik jembatan toko mengantongi IMB (Izin Mendirikan Bangunan, red). Jadi, Pemko Banjarmasin tidak bisa sembarangan bertindak,” sambungnya.
Di sisi lain, Fajar mengimbau agar pemilik jembatan toko bisa bersikap bijaksana terkait persoalan ini. “Bagaimanapun juga ini kan bagian dari penataan Kota Banjarmasin. Jadi, kami harap pemilik jembatan toko bisa bekerjasama dengan Pemko Banjarmasin demi kenyamanan warga,” pungkasnya.(oza)