Perpustakaan SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin Runtuh

RUSAK - Perpustakaan SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin anjlok.(ozanimages)

BANJARMASIN – Ruang perpustakaan SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin runtuh, Kamis (2/5) siang. Beruntung pada saat itu adalah sedang hari libur nasional, sehingga tidak ada siswa yang menjadi korban akibat runtuhnya bangunan yang terletak di Jalan Sadewa II, Kelurahan Pemurus Dalam, Banjarmasin tersebut.
Terkait dengan kejadian tersebut, Kepala Sekolah SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin, Jainah menyatakan tak mengetahui apa penyebab runtuhnya bangunan perpustakaan sekolah yang dipimpinnya tersebut. “Kebetulan, saya juga baru sebulan menjabat sebagai Kepsek (Kepala Sekolah, red) di sini. Sehingga, tidak mengetahui dengan rinci bagaimana kronologis atau asal muasal pembangunan gedung perpustakaan tersebut,” ungkap Jainah kepada Radar Banjarmasin, kemarin (3/6).
Yang diketahui Jainah adalah pembangunan gedung perpustakaan SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin dilaksanakan pada September tahun lalu, dan rampung pada pertengahan Desember tahun lalu. “Menurut beberapa staf, bangunan perpustakaan tersebut dibangun dengan dana sebesar kurang lebih Rp 80 juta. Kalau tidak salah dananya berasal dari bantuan Pemerintah Pusat,” tuturnya.
Langkah selanjutnya, Jainah sudah memberdayakan ruangan lain di SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin untuk perpustakaan sementara. “Kebetulan ada satu ruangan yang bisa digunakan. Walaupun tidak seluas ruang perpustakaan, yang penting buku-buku bisa dipindahkan dan anak-anak bisa tetap membaca,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, M Amin, menyatakan sudah mengetahui kejadian runtuhnya gedung perpustakaan milik SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin. “Staf Sarana dan Prasarana Sekolah Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin sudah saya tugaskan untuk memantau dan mengambil foto bangunan yang runtuh tersebut. Senin nanti, mereka akan melakukan pemantauan lagi sekaligus meminta keterangan dari Kepala Sekolah-nya. Selain itu, kami juga menginstruksikan kepada pihak sekolah agar membuat laporan tertulis secara detail terkait kejadian tersebut,” ungkap Amin kala dikonfirmasi Radar Banjarmasin via ponsel, kemarin (3/6).
Lebih lanjut, Amin menyatakan akan menindaklanjuti kejadian tersebut. “Saya berpegang sesuai pada prosedur dan aturan yang berlaku. Sehingga, nanti bisa akan ditentukan apakah nanti bangunan perpustakaan ini layak atau tidak untuk diberikan dana bantuan untuk renovasi,” pungkasnya.(oza)