Rencanakan Pembangunan Hutan Kota


BANJARMASIN – Keasrian dan keanekaragaman hayati di kawasan Hutan Kota Tibang milik Pemko Banda Aceh, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), ternyata memberikan pesona dan inspirasi bagi sejumlah kepala perangkat SKPD Kota Banjarmasin. Betapa tidak, di Hutan Kota Tibang tersebut memiliki lebih dari 3200 batang pohon dari 102 jenis pohon.
            Menurut Sekretariat Daerah (Setda, red) Kota Banjarmasin, kawasan Hutan Kota Tibang tersebut tidak menutup kemungkinan juga bisa diwujudkan untuk dibangun di Banjarmasin. “Terlebih, Kota Banjarmasin sebagai bagian dari kawasan Kalimantan Selatan banyak memiliki jenis-jenis pohon yang beraneka ragam. Jadi, bisa saja dibangun di sebuah lokasi yang jaraknya tak jauh dari pusat Kota,” ungkap Zulfadli, kala mengunjungi Hutan Kota Tibang, Minggu (29/5) tadi.
            Zulfadli menjelaskan kawasan Hutan Kota Tibang mulanya hanya sebuah lahan kosong. Namun, berkat kejelian Pemko Banda Aceh, lahan kosong tersebut kini bisa disulap menjadi sebuah kawasan yang asri dan rimbun. “Terus terang saya takjub. Apalagi, Hutan kota Tibang baru saja diresmikan tak lama setelah bencana tsunami. Ini menandakan revitalisasi pembangunan di Aceh cukup signifikan,” sambungnya.
            Sementara itu, Asisten II Bidang Pembangunan Pemko Banjarmasin, Bambang Budianto menyatakan akan mencoba mengajukan usulan untuk membangun kawasan Hutan Kota di Banjarmasin. “Saya kira, di Kota Banjarmasin banyak lahan-lahan yang memungkinkan untuk dibangun sebagai kawasan Hutan Kota. Salah satunya yang paling potensial adalah di kawasan bantaran sungai di Jalan Tendean,” pungkasnya.
            Dalam kesempatan tersebut, semua perwakilan Pemerintah Kota menyumbangkan bibit tanaman khas daerah masing-masing untuk ditanam di Hutan Kota Tibang. Termasuk Kota Banjarmasin menyumbangkan bibit tanaman pohon Kuini dan Kasturi. Zulfadli Gazali mewakili Walikota Banjarmasin menanam bibit pohon Kuini dan Kasturi tersebut di Hutan Kota Tibang.(oza)