Untuk Pelaksanaan Survei 2013
BANJARMASIN – Dalam rangka turut mengembangkan dan memberi kesempatan kepada perguruan tinggi lokal, Bank Indonesia Banjarmasin kembali melibatkan berbagai perguruan tinggi lokal di Banjarmasin untuk melaksanakan sejumlah survei Bank Indonesia di tahun 2013.
”Survei yang selama ini dilakukan BI sarat dengan muatan akademik, sehingga perguruan tinggi lokal diharapkan dapat memperoleh manfaat dan pengalaman berharga, baik bagi lembaga penelitian, para dosen maupun mahasiswa yang dilibatkan. Perguruan tinggi lokal dipandang memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap karakteristik dan fenomena ekonomi di Kalimantan Selatan,” ungkap M Dadi Ariyadi Kepala BI Wilayah Kalimantan.
Berdasarkan seleksi yang telah dilakukan, terpilih tiga perguruan tinggi yang dilibatkan dalam proses survei 2013. Yakni Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional (STIENAS) ,dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI). Selain perguruan tinggi, Bank Indonesia Banjarmasin juga menjalin kerja sama survei dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi agar semakin meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya. Dengan semakin berkembangnya kegiatan riset, diharapkan kualitas PTN dan PTS di Kalimantan Selatan dapat semakin bersaing. Kualitas dosen, fasilitas pendidikan, serta jumlah riset yang telah dilakukan juga merupakan tolok ukur tingginya kualitas perguruan tinggi,” paparnya.
Untuk tahun 2013, setidaknya ada lima survei reguler yang akan dilaksanakan oleh Bank Indonesia Banjarmasin, yaitu Survei Pemantauan Harga (SPH), Survei Konsumen (SK), Survei Penjualan Eceran (SPE), Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), dan Survei Harga Properti Residensial (SHPR).
“SK dan SPE bertujuan untuk memperoleh indikasi dini terkait konsumsi masyarakat, sedangkan SPH dan SHPR dilakukan untuk memantau harga komoditas pokok dan harga properti. Sementara SKDU bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan kegiatan ekonomi di sektor riil. Bank Indonesia Banjarmasin juga akan melakukan survei insidental (quick survey, red) terkait dengan isu-isu ekonomi strategis yang berkembang di Kalimantan Selatan nantinya,” katanya.(oza)
BANJARMASIN – Dalam rangka turut mengembangkan dan memberi kesempatan kepada perguruan tinggi lokal, Bank Indonesia Banjarmasin kembali melibatkan berbagai perguruan tinggi lokal di Banjarmasin untuk melaksanakan sejumlah survei Bank Indonesia di tahun 2013.
”Survei yang selama ini dilakukan BI sarat dengan muatan akademik, sehingga perguruan tinggi lokal diharapkan dapat memperoleh manfaat dan pengalaman berharga, baik bagi lembaga penelitian, para dosen maupun mahasiswa yang dilibatkan. Perguruan tinggi lokal dipandang memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap karakteristik dan fenomena ekonomi di Kalimantan Selatan,” ungkap M Dadi Ariyadi Kepala BI Wilayah Kalimantan.
Berdasarkan seleksi yang telah dilakukan, terpilih tiga perguruan tinggi yang dilibatkan dalam proses survei 2013. Yakni Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional (STIENAS) ,dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI). Selain perguruan tinggi, Bank Indonesia Banjarmasin juga menjalin kerja sama survei dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi agar semakin meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya. Dengan semakin berkembangnya kegiatan riset, diharapkan kualitas PTN dan PTS di Kalimantan Selatan dapat semakin bersaing. Kualitas dosen, fasilitas pendidikan, serta jumlah riset yang telah dilakukan juga merupakan tolok ukur tingginya kualitas perguruan tinggi,” paparnya.
Untuk tahun 2013, setidaknya ada lima survei reguler yang akan dilaksanakan oleh Bank Indonesia Banjarmasin, yaitu Survei Pemantauan Harga (SPH), Survei Konsumen (SK), Survei Penjualan Eceran (SPE), Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), dan Survei Harga Properti Residensial (SHPR).
“SK dan SPE bertujuan untuk memperoleh indikasi dini terkait konsumsi masyarakat, sedangkan SPH dan SHPR dilakukan untuk memantau harga komoditas pokok dan harga properti. Sementara SKDU bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan kegiatan ekonomi di sektor riil. Bank Indonesia Banjarmasin juga akan melakukan survei insidental (quick survey, red) terkait dengan isu-isu ekonomi strategis yang berkembang di Kalimantan Selatan nantinya,” katanya.(oza)