Harga Bata Putih Melonjak



BELUM KERING - Harga batu bata putih mencapai Rp650
per biji.(ozanimages)
BANJARMASIN – Datangnya musim hujan membuat harga batu bata putih di Kalsel melonjak. Betapa tidak, akibat seringnya turun hujan, produksi di sejumlah sentra kerajinan batu bata putih menjadi tersendat. Proses penjemuran dan pengeringan batu bata yang biasanya bisa tuntas dalam waktu dua minggu, di musim hujan seperti ini bisa mencapai lebih dari 20 hari. Alhasil, stok batu bata menjadi terbatas, sekaligus harganya juga terdongkrak naik.
            Said Kamaruzzaman, pengusaha batu bata asal Banjarmasin mengaku cukup terkendala selama musim hujan ini. “Sementara ini kami terpaksa membatasi produksi batu bata. Sebelum musim hujan datang, kami bisa mencetak bata putih hingga 2500 biji dalam sebulan. Kalau sekarang, paling banyak 1500 biji per bulan,” ungkap Said kepada Radar Banjarmasin, kemarin (13/5).
            Walaupun produksinya terbatas, namun tingkat permintaan akan batu bata putih terus meningkat. Alhasil, hal ini juga membuat Said terpaksa menaikkan harga batu bata putih yang diproduksinya. “Beberapa bulan tadi, dijual Rp480 per biji. Sekarang, kami tetapkan harga Rp500 per biji. Selain itu, untuk sementara ini kami tidak menjual bata putih secara eceran. Kami memilih menjual bata secara partai dengan jumlah minimal 2000 biji sekali order. Pola pemasaran ini kami terapkan supaya bata putih yang kami produksi langsung habis sekali transaksi sekaligus untuk menghindari potensi kerugian,” papar pria yang juga pengusaha muda Kalsel tersebut.
             Di sisi lain, Said optimistis harga batu bata akan kembali normal. “Nanti, kalau musim hujan berakhir dan berganti dengan musim kemarau, harga bata putih akan kembali lagi ke harga normal. Karena kalau di musim kemarau proses produksi akan lebih lancar dan bisa mencetak batu bata dengan jumlah yang lebih banyak,” paparnya.
            Semenyata itu,Wahyu, pemilik toko bangunan di kawasan Kayutangi Banjarmasin mengaku kenaikan harga batu bata putih ini cukup berpengaruh terhadap penjualan. “Karena harganya sedang mahal mencapai Rp650 per biji, banyak calon pembeli yang mengurungkan niatnya untuk membeli batu bata putih. Selain itu, stoknya juga sedang langka karena musim hujan ini. Mudah-mudahan, harga dan stok batu bata putih kembali normal,” tandasnya.(oza)