![]() | |
GARAP SAWAH - Nilai Tukar Petani (NTP) Kalsel per April 2013 turun
0,35 persen dibandingkan Maret 2013.(dok Radar Banjarmasin) |
Dilihat dari
subsektornya, empat subsektor pertanian mengalami penurunan NTP dan satu
subsektor mengalami kenaikan NTP. ”Subsektor Tanaman Pangan turun sebesar 0.45
persen, subsektor Hortikultura turun sebesar 0,25 persen, subsektor tanaman
perkebunan rakyat turun sebesar 0,55 persen dan subsektor peternakan turun
sebesar 0,15 persen. Sementara itu,
subsektor perikanan naik sebesar 0,36 persen,” urai Kepala BPS Kalsel,
Iskandar Zulkarnaen.
Menurut Iskandar,
naiknya indeks harga konsumsi rumah tangga pedesaan sebesar 0,71 persen
menunjukan terjadinya inflasi di pedesaan. “Ini akibat naiknya indeks pada
subkelompok bahan makanan sebesar 1,19 persen, subkelompok sandang naik sebesar
0,57 persen, subkelompok kesehatan naik sebesar 0,23 persen dan subkelompok
pendidikan, rekreasi dan olah raga naik sebesar 0,80 persen. Sementara itu,
subkelompok makanan Jadi turun sebesar 0,04 persen, subkelompok perumahan turun
sebesar 0,06 persen, subkelompok transportasi dan komunikasi turun sebesar 0,19
persen,” tandasnya.
Indeks Harga yang
Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang
dihasilkan petani. Pada bulan Agustus 2012, indeks harga yang diterima petani
(It) naik sebesar 0,26 persen
dibandingkan bulan Juli 2012. Yaitu, dari 144,92 menjadi 145,29 yang sepenuhnya
didukung oleh naiknya harga komoditas pertanian seperti kacang tanah, ketela
pohon, kacang kedelai, ketela rambat, petai, sawi, cabe rawit, cabe merah,
kangkung, tomat sayur, kelapa, karet, kambing, Ayam, telur, itik, kakap,
tongkol, ikan mas dan ikan patin, kurisi, bawal, tenggiri, tongkol,
undang, manyung.(oza)
