![]() | ||||
| KUMUH - Salah satu sudut pemukiman warga miskin di Banjarmasin.(dok Raban) |
Iskandar menyatakan penyebab bertambahnya
jumlah warga miskin di Kalsel dikarenakan berbagai faktor. “Diantaranya adalah
kenaikan inflasi di Kalsel yang mencapai 1,07 persen. Selain itu, naiknya harga
barang kebutuhan pokok, minimnya lapangan pekerjaan, dan makin maraknya
persaingan usaha juga menjadi pemicu meningkatnya angka kemiskinan tersebut,”
papar Iskandar.
Dijelaskan Iskandar, angka warga
miskin bisa dilohat dari indeks keparahan kemiskinan dan juga indeks kedalaman
kemiskinan. “Untuk di Kalsel, baik angka indeks keparahan kemiskinan dan juga
indeks kedalaman kemiskinan mengalami peningkatan. Pada Maret 2013,
indeks kedalaman kemiskinan sebesar 0,81 dan indeks keparahan kemiskinan
sebesar 0,20. Sedangkan, pada Maret 2012, indeks kedalaman kemiskinan sebesar 0,83
dan indeks keparahan kemiskinan sebesar 0,22 persen,” urainya.
Berdasarkan hasil survey
tersebut, BPS Provinsi Kalsel berharap ada solusi dari Pemprov Kalsel untuk
menekan angka kemiskinan tersebut. ”Tentunya, Pemprov Kalsel sudah
mempersiapkan langkah-langkah antisipatif guna mengurangi jumlah warga miskin.
Diharapkan, upaya yang nanti akan dijalankan oleh Pemprov Kalsel bisa
memberikan kesejahteraan bagi seluruh warga Kalsel,” harapnya.(oza)
