BI Soroti Transaksi Non Tunai

BANJARMASIN - Beberapa isu terkait perekonomian yang belakangan ini marak dibahas oleh berbagai media nampaknya tidak memberikan dampak yang berarti terhadap denyut bisnis di Kalsel. Salah satu yang paling berpengaruh adalah perkembangan transaksi non tunai yang selalu menjadi sorotan BI.

Hal ini tercermin dari perkembangan nilai maupun volume transaksi non-tunai melalui sistem BI-RTGS selama triwulan I-2013 yang bergerak naik. “Selama triwulan pertama tahun 2013, transaksi non-tunai mencatat kinerja yang relatif meningkat, yaitu dengan nilai total sebesar Rp41,29 triliun, mengalami peningkatan 26,3 persen dibandingkan triwulan  I tahun 2012 yang membukukan nilai sekitar Rp32,71 triliun,” papar M Dadi Ariyadi, Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Regional Kalimantan. 
      Sementara dari sisi volume, transaksi non-tunai tersebut mencatat kenaikan dari 38.920 transaksi pada triwulan I tahun 2012 menjadi  38.992 transaksi selama triwulan I tahun 2013. “Membaiknya kondisi transaksi non-tunai yang menjadi salah satu cerminan kinerja perekonomian. Ini menunjukkan bahwa kondisi bisnis di Kalsel ternyata tetap berjalan stabil. Terlebih di tengah isu kenaikan harga BBM yang sempat berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi para pelaku usaha selama triwulan tersebut,” tambahnya.
      Demikian halnya dengan ekspor impor Kalsel juga tetap berjalan dengan wajar. Bahkan, beberapa bulan ini mencatat perkembangan yang membaik. Ini berkat karakteristik ekspor Kalsel yang telah terdiversifikasi dengan baik. Selain itu, ekspor juga lebih banyak menyasar segmen pasar Asia yang merupakan mitra dagang dengan pertumbuhan ekonomi positif. ”Hingga Februari 2013, nilai ekspor Kalsel meningkat sebesar 40,83 persen atau dari US$511,06 juta pada Februari 2012 menjadi US$805,54 juta pada Februari 2013,” urainya.
      Data dan informasi terkini tentang perkembangan perekonomian di Kalsel semakin menjadi perhatian BI Banjarmasin. Khairil berharap data dan informasi tersebut dapat menjawab pemikiran kritis untuk lebih memahami dampak dan pengaruh isu-isu terkini tehadap perekonomian. “Selama tahun 2013 ini, BI akan tetap melakukan berbagai sosialisasi dan analisa ekonomi. Tidak hanya untuk berbagi data dan informasi, namun juga untuk memberikan pemahaman yang lebih jauh terkait peran dan fungsi bank sentral dalam perekonomian regional,” tandasnya.(oza)