Tren BYOD Tingkatkan Penjualan Laptop

MILIK SENDIRI - Tren BYOD lambat laun akan melanda
seluruh dunia, termasuk di Banjarmasin.(ozanimages)
BANJARMASIN – Tren Bring Your Own Device (BYOD) yang melanda sejumlah Negara maju di Asia, Eropa, dan Amerika diprediksi bakal segera melanda di sejumlah Kota besar di Indonesia. Banjarmasin, sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi dan bisnis yang semakin mapan, tidak mustahil juga bakal mengalami tren BYOD tersebut.
    Alhasil, dengan menerapkan BYOD, otomatis akan meningkatkan penjualan perlengkapan pendukung pekerjaan, salah satunya adalah laptop. Wiwie Liu, Product Manager dari Asus Indonesia menjelaskan tren BYOD ini tak lama lagi juga akan melanda Banjarmasin. “Pergerakan tren BYOD memang tidak secepat kilat. Namun, saya optimistis lambat laun, Banjarmasin juga akan menerapkan tren BYOD tersebut. Buktinya, sekarang sudah banyak karyawan yang membawa laptop sendiri untuk kepentingan kerjanya di kantor,” ujar Wiwie.
    Untuk mendukung tren BYOD tersebut, tentunya perusahaan tempat karyawan bekerja juga harus memberikan dukungan. “Misalnya, dengan memberikan subsidi pembelian laptop. Atau secara khusus membeli sejumlah unit laptop untuk dipinjamkan kepada para karyawannya. Sehingga, dengan laptop yang dibawa sendiri, para karyawan tersebut mampu bekerja di kantor maupun di rumah dengan tanpa batasan waktu,” tambahnya.
    Demi kesiapan mendukung tren BYOD tersebut, Asus Indonesia bahkan sudah mempersiapkan langkah strategis. Yakni, dengan mensupplai kebutuhan laptop dengan spesifikasi standar hingga spesifikasi tinggi. “Kami memiliki sejumlah produk laptop yang mampu mendukung kinerja perusahaan. Dengan harga yang terjangkau, kami optimistis penjualan laptop kami juga bakal terdongkrak dengan adanya tren BYOD tersebut,” tandasnya.
    Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Kalsel, Sukandar menyatakan masyarakat Kalsel memang belum sepenuhnya menerapkan BYOD. “Hingga kini perkantoran dan juga perusahaan di Kalsel masih menyediakan komputer untuk keperluan kerja para karyawannya. Mungkin yang sekarang sudah menerapkan BYOD di Kalsel adalah para mahasiswa. Kendatipun demikian, kami siap menyambut tren BYOD tersebut demi kemajuan ekonomi dan teknologi di Kalsel,” tandasnya.(oza)