BANJARMASIN – Perubahan teknologi mesin roda dua dari sistem karburator ke sistem injeksi, mengharuskan setiap diler roda dua mempersiapkan kematangan jaringan servisnya. Salah satu diler yang sudah mempersiapkan diri dalam menyongsong era mesin injeksi tersebut adalah PT Delta Abasi Sentosa (DAS) selaku main dealer motor Suzuki area Kalselteng.
Teguh Djuwandie, Pimpinan PT DAS menjelaskan bukti kesiapan dalam menyongsong era mesin injeksi tersebut dibuktikan dengan memantapkan seluruh jaringan bengkel resmi yang tersebar di seluruh penjuru Kalsel dan Kalteng. “Hingga saat ini, kami memiliki lebih dari 30 jaringan bengkel resmi yang tersebar mulai Kalsel hingga Kalteng. Semua jaringan bengkel resmi tersebut sudah mampu memperbaiki motor Suzuki yang bermesin injeksi. Sehingga, bagi pemilik motor Suzuki injeksi, tidak perlu khawatir dengan jaminan servis kami,” ungkap Teguh kepada Radar Banjarmasin, belum lama tadi.
Teguh menuturkan, tak hanya jaringan servis resmi, tenaga mekanik yang memahami mesin injeksi juga sudah disiapkan oleh PT DAS. “Hingga saat ini kami memiliki tenaga mekanik sebanyak 200 personil dan akan terus dibina dan ditambah lagi. Dengan makin banyaknya jumlah mekanik, tentunya akan mengimbangi jumlah motor injeksi yang beredar di masyarakat,” paparnya.
Selain itu, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan, PT DAS juga membangun Suzuki Service Centre. “Fasilitas ini untuk mendidik para calon mekanik andal. Di Suzuki Service Centre ini kami sudah mempersiapkan sejumlah fasilitas yang lengkap dan memadai untuk kegiatan praktek dan bongkar mesin. Selain itu, kami juga menyediakan ruang kelas yang mampu menampung 30 calon mekanik untuk mempelajari seluk beluk mesin roda dua,” tambahnya.
Ke depan, Teguh berencana untuk menjalin kerjasama dengan sejumlah sekolah teknik menengah untuk memaksimalkan penggunaan Suzuki Service Center tersebut. “Jadi, sekolah-sekolah teknik tersebut dapat mengirimkan beberapa orang siswa pilihannya untuk mengikuti pendidikan mekanik di Suzuki Training Centre. Sehingga, setelah keluar dari Suzuki Training Centre mereka mampu menjadi mekanik yang andal untuk bekerja di diler motor atau berwirausaha dengan membuka bengkel sendiri,” tandasnya.(oza)
Teguh Djuwandie, Pimpinan PT DAS menjelaskan bukti kesiapan dalam menyongsong era mesin injeksi tersebut dibuktikan dengan memantapkan seluruh jaringan bengkel resmi yang tersebar di seluruh penjuru Kalsel dan Kalteng. “Hingga saat ini, kami memiliki lebih dari 30 jaringan bengkel resmi yang tersebar mulai Kalsel hingga Kalteng. Semua jaringan bengkel resmi tersebut sudah mampu memperbaiki motor Suzuki yang bermesin injeksi. Sehingga, bagi pemilik motor Suzuki injeksi, tidak perlu khawatir dengan jaminan servis kami,” ungkap Teguh kepada Radar Banjarmasin, belum lama tadi.
Teguh menuturkan, tak hanya jaringan servis resmi, tenaga mekanik yang memahami mesin injeksi juga sudah disiapkan oleh PT DAS. “Hingga saat ini kami memiliki tenaga mekanik sebanyak 200 personil dan akan terus dibina dan ditambah lagi. Dengan makin banyaknya jumlah mekanik, tentunya akan mengimbangi jumlah motor injeksi yang beredar di masyarakat,” paparnya.
Selain itu, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan, PT DAS juga membangun Suzuki Service Centre. “Fasilitas ini untuk mendidik para calon mekanik andal. Di Suzuki Service Centre ini kami sudah mempersiapkan sejumlah fasilitas yang lengkap dan memadai untuk kegiatan praktek dan bongkar mesin. Selain itu, kami juga menyediakan ruang kelas yang mampu menampung 30 calon mekanik untuk mempelajari seluk beluk mesin roda dua,” tambahnya.
Ke depan, Teguh berencana untuk menjalin kerjasama dengan sejumlah sekolah teknik menengah untuk memaksimalkan penggunaan Suzuki Service Center tersebut. “Jadi, sekolah-sekolah teknik tersebut dapat mengirimkan beberapa orang siswa pilihannya untuk mengikuti pendidikan mekanik di Suzuki Training Centre. Sehingga, setelah keluar dari Suzuki Training Centre mereka mampu menjadi mekanik yang andal untuk bekerja di diler motor atau berwirausaha dengan membuka bengkel sendiri,” tandasnya.(oza)