Kontraktor Tetap Bertanggung Jawab

ANJLOK - Diketahui akibat penopang pondasi patah.(ozanimages)

BANJARMASIN – Penyebab anjloknya gedung perpustakaan milik SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin ternyata mulai diketahui. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, M Amin, penyebab utama gedung perpustakaan tersebut anjlok adalah karena patahnya penopang (sunduk, red) pondasi ulin yang terletak di bawah.
“Itu adalah informasi sementara yang dihimpun oleh Bagian Sarana dan Prasarana Disdik Kota Banjarmasin setelah melakukan pemantauan langsung ke SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin,” ungkap Amin kepada Radar Banjarmasin, kemarin (6/6).
Meskipun demikian, Amin menyatakan pihak kontraktor selaku penyedia jasa pembangunan gedung perpustakaan tersebut siap bertanggungjawab. “Rencananya akan dibangun ulang. Namun, lokasinya masih ditinjau ulang. Supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Amin juga menuturkan kualitas bangunan perpustakaan tersebut dalam kondisi yang baik dan memenuhi syarat. “Jadi, tidak ada indikasi mark up bahan bangunan atau sejenisnya. Kejadian tersebut tidak ada unsur kesalahan pembangunan atau ada unsur kesengajaan supaya kelak runtuh,” tambahnya.
Dijelaskan Amin, bangunan perpustakaan milik SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin tersebut dibangun dari dana APBN dengan sistem sua kelola. “Dana total yang dikucurkan sebesar Rp 132juta. Rp 82 juta untuk biaya bangunan, sedangkan sisanya sebesar Rp 50 juta untuk keperluan pembelian meja, kursi dan buku-buku,” urainya.
Ketika disinggung mengenai DPRD Kota Banjarmasin yang berencana memanggil Amin dan Kepala Sekolah SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin terkait kejadian tersebut, Amin menaggapinya dengan bijak. “Saya siap kalau memang sewaktu-waktu DPRD Kota Banjarmasin memanggil saya. Tentunya saya akan paparkan sesuai dengan kenyataan yang ada,” tandasnya.
Sebagaimana yang diberitakan di Harian ini, gedung perpustakaan SDN Pemurus Dalam 8 Banjarmasin runtuh pada Kamis (2/6) siang tadi. Akibatnya, sebagian dinding runtuh, lantainya terbelah, dan bagian belakangnya anjlok. Beruntung pada saat kejadian sekolah sedang libur, sehingga tidak berakibat jatuhnya korban jiwa.(oza)